jump to navigation

Diabetes mellitus November 18, 2007

Posted by amoxilin in kesehatan.
Tags:
trackback

Diabetes merupakan salah satu penyakit tertua pada manusia dan dikenal dengan kencing manis. Nama lengkapnya adalah diabetes mellitus, berasal dari kata yunani. Diabetes berarti pancuran, mellitus berarti madu atau gula.

Jadi istilah diabetes mellitus menggambarkan gejala diabetes yang tidak terkontrol, yakni banyak keluar air seni yang manis karna mengandung gula. Itulah sebabnya penyakit ini di sebut “kencing manis”. Menurut WHO, definisi diabetes melitus didasarkan pada pengukuran kadarglukosa dalam darah. Dari definisi ini didapatkan dua kelompok, yaitu kelompok diabetes melitus tipe 1 yang tergantung insulin clan kelompok diabetes tipe 2 yang tidak tergantung insulin.

Transportasi glukosa dan peran insulin

Glukosa masuk ke dalam sel dapat melalui dua cara, difusi pasif clan transport aktif. Secara difusi pasif, masuknya glukosa tergantung pada perbedaan konsentrasi glukosa antara media ekstraseluler clan di dalam sei. Secara transport aktif, insulin berperan
sebagai fasilitator pada jaringan jaringan tertentu.

Angka kejadia penderita diabetes mellitus ( DM ) di indonesia menurut perkiraan diabetes international ( WHO persective ) pada tahun 2000 8,4 juta ( 1,9 % ) penderita DM, angka ini akan meningkat terus di mana tahun 2030 di perkirakan mencapai 21,3 juta ( 2,8 % ) menderita diabetes mellitus. untuk itu di anjurkan agar mengenali sedini mungkin diabetes yakni dengan mengenal faktor – faktor resiko terjadinya penyakit tersebut.

faktor resiko diabetes mellitus pada seseorang adalah:

  1. usia di atas 40 tahun
  2. kegemukan ( obesitas )
  3. hipertensi ( TD : >140/90 mmHg )
  4. adanya riwayat keluarga dengan diabetes mellitus
  5. riwayat keguguran yang berulang saat kehamilan
  6. melahirkan banyi cacat atau melahirkan banyi di atas 4 kg
  7. riwayat DM pada kehamilan
  8. riwayat kadar gula abnormal
  9. penderita dengan riwayan penyakit jantung koronel

gejala – gejala diabetes mellitus meliputi adanya keluhan yang khas seperti sering buang air kecil terutama di malam hari, sering merasa haus banyak makan atau mudah lapar, berat badan menurun cepat tanpa sebab yang jelas.

sedangkan keluhan yang tidak khas yaitu : sering kesemutan, gatal – gatal di sekitar genitalia, sering keputihan pada wanita, adanya bisul yang hilang timbul, penglihatan kabur, cepat lelah dan mudah mengatuk, luka sukar sembuh dan impoten.

penyakit DM dapat di kendalikan dengan pola/gaya hidup yang sehat seperti diet dan pola gizi seimbang, tinggi serat dan rendah lemak, di sertai aktifitas fisik/latihan jasmani yang teratur.

selain itu apabila makanan yang sehat dan latihan jasmani ( nonfarmakologi ) tidak dapat menurunkan kadar glukosa darah atau kontrol diabetes, maka penderita di anjurkan mengkonsumsi obat – obatan atau insulin, atau keduanya di bawah pengawasan atau konsultasi dokter.

prinsip pengelolaan DM secara keseluruhan harus terpadu. langkah pertama, melakukan pemeriksaan kadar gula darah secara berkala, baik dengan penggunaan glukometer atau pemeriksaan laboratorium. mentaati pola makan seimbang yakni makan sehat pada umunya.

tidak banyak makanan yang dilarang, tetapi hanya di batasi sesuai kebutuhan. menunya pun dapat sama dengan keluarga dan gula dalam bumbu tidak dilarang asal tidak berlebihan.

selain itu, penderita wajib untuk makan teratur sesuai jadwal, jumlah, dan jenis makanannya. juga menghindari pola makan yang salah yaitu tidak makan sama sekali atau makan terlalu banyak.

langkah berikutnya adalah latihan jasmani secara rutin setiap hari. olahraga atau latihan jasmani dapat menurunkan kadar glukosa darah karna dapat memperbaiki kerja dari insulin, menurunkan berat badan yang berlebihan, mencegah kegemukan dan mengurangi terjadi komplikasi akibat dari diabetes itu sendiri.

sebaiknya olahraga dilakukan sedikitnya dengan frekuensi ( 3 – 4 x seminggu ), secara intensif, berdurasi, ( 30 – 60 menit ) dengan jarak yang semakin lama bertambah jauh dan selalu menggunakan alas atau sepatu yang pas serta enak di pakai.

adapun jenis olahraga yagn tepat bagi penderita DM adalah olahraga yang berirama, di mana otot – otot berkontraksi dan berelaksasi secara teratur dengan gerakan selang -seling antara irama cepat dan lambat. latihannya secara bertahap sesuai kemampuan, mulai dari intensitas ringan sampai sedang hingga mencapai 30 – 60 menit.

olahraga ini juga mencakup latihan daya tahan untuk meningkatkan kemampuan kardiorespirasi seperti jalan. joging, berenang, bersepeda atau senam aerobik yang ringan. yang harus di ingat oleh penderita DM , jangan melakukan olahraga yang terlalu keras karna dapat menyebabkan keadaan hipoglikemi ( menurunnya kadar gula darah secara abnormal ) dan terjadinya cedera atau trama, terutama bagi mereka yang mendapatkan insulin

Insulin merupakan hormon anabolik utama yang meningkatkan cadangan energi. Pada semua sel, insulin meningkatkan kerja enzim yang mengubah glukosa menjadi bentuk cadangan energi yang lebih stabil (glikogen)

Kekurangan insulin pada jaringan yang membutuhkannya (jaringan adipose, otot rangka, otot jantung, otot polos) dapat mengakibatkan sel kekurangan glukosa sehingga sel memperoleh energi dari asam lemak bebas clan menghasilkan metabolit keton (ketosis). Pada jaringan yang tidak membutuhkan insulin (hati, saraf, otak, ginjal, mata dan saluran pencernaan), kondisi hiperglikemia ini menyebabkan sel menerima glukosa terlalu banyak dan dapat menyebabkan berbagai komplikasi.

kenalilah tanda – tanda awal munculnya hipoglikemia seperti keringat dingin, jantung berdebar, mual, lemas, pusing dan pandangan kabur.

DM sering di sertai komplikasi saat penderita berobat atau datang kerumah sakit seperti : kaki busuk ( gangren )

dan bila tidak segera di tangani keadaan ini dapat berakibat fatal dan kakipun harus di amputasi, gangguan aliran darah, impotensi, penyakit jantung koroner, kerusakan ginjal, struke, dan pandangan kabur atau gangguan penglihatan yang jika tidak segera di tangani dapat menyebabkan kebutaan permanen.

 

untuk itu kenalilah gejala tersebut sedini mungkin terutama bila ada faktor resiko untuk terjadinya DM dan jangan putus asa bila penderita diabetes mellitus, serta konsultasikan dengan dokter bila anda penderita penyakit tersebut.

Diabetes melitus Tipe 2

Pada penderita DM tipe 2, terdapat tiga kondisi abnormal yang mungkin dimiliki. Pertama, mutlak kekurangan insulin dalam arti sekresi hormon insulin berkurang karena kerusakan sel-sel beta pankreas. Kedua, relatif kekurangan insulin dimana sekresi insulin tidak mencukupi dengan adanya kebutuhan metabolisme yang meningkat (misalnya pada pasien yang kelebihan berat badan). Ketiga, resisten terhadap insulin clan hiperinsulinemia karena penggunaan insulin perifer yang kurang sempurna.

Sekitar 75 % penderita DM tipe 2 mempunyai kelebihan berat badan dan pada seperempat penderita diabetes, hiperglikemia yang dideritanya cukup diatasi dengan menurunkan berat badan. Di Indonesia lebih jarang dijumpai penderita diabetes
melitus dengan kelebihan berat badan.

Diabetes mellitus tipe 2 tidak sama dengan sindrom X. Sindrom X dan diabetes tipe 2, keduanya mempunyai cacat pada jaringan otot dan adipose, yaitu resistansi insulin. Meskipun demikian, hanya sejumlah kecil penderita resistansi insulin (sindrom X)
yang berkembang menjadi diabetes tipe 2, hal ini terjadi bila penderita tersebut tidak dapat mensekresi insulin dalam jumlah besar sehingga terjadi hiperglikemia (peningkatan kadar gula dalam darah). Resistansi insulin adalah ketidakmampuan insulin dalam mengatur transport glukosa dari darah ke dalam sel. Penyebab resistansi insulin belum
diketahui, tetapi ada sesuatu yang menarik, yaitu hubungannya dengan faktor genetik clan gaya hidup.

Komentar»

No comments yet — be the first.